Jendela Sepi
Puisi-puisi Khairul Anam dan BJ. Akid
JENDELA SEPI
Oleh: Khairul Anam
Di jendela sepi
Rempah-rempah kerinduan berjatuhan
Di tanganmu yang menengadah
Saat tubuhmu merapal gigil
Meringkuk di kesunyian yang paling dalam
Menggenggam utuh sentuhan yang ku jalarkan
Di jendela sepi
Kau membuka pintuh hatimu
Untukku datang kembali
Kartasura, 5.3.2019
KESAMARAN-KESAMARAN
Oleh: Khairul Anam
Aku ingin melihat matamu
Berkilau diantara kesamaran-kesamaran itu
Yang melarutkanku ke dermaga sunyimu
Yang membatas antara keheningan dan sesuatu yang sulit ku sentuh
Diamlah, tetaplah disitu
Sebelum kau beranjak, marilah padamkan kesamaran-kesamaran itu
Dengan seunggun tatapan yang menyala-nyala
Antara mataku dan matamu
Di makna yang tak terlampui
Oleh tatap itu
Klaten, 6.3.2019
DI KEMUNING
Oleh: Khairul Anam
Di kebun teh ini
Aku terkenang wajahmu
Sekecup senja yang memaparkan
Panorama cakrawala jingga
Di kebun teh itu
Kau menuang secarik namamu
Yang memusar di kedalaman rasamu
Membiasakanku menyebut-nyebut itu
Di antara dua rukukku
Solo, 7.3.2019
Khairul Anam. Lahir 14 Februari1998. Tinggal di Solo. Mahasiswa IAIN Surakarta Jurusan Pendidikan Agama Islam. Cerpen dan puisinya pernah dimuat di pelbagai media.
DI TUBUHMU
Oleh: BJ. Akid
Di tubuhmu
Aku belum menemukan
Perbedaan embun dan hujan
Menjelang pagi basah dalam tatapan.
Di tubuhmu
Aku masih belum menemukan
Perbedaan malam dan kelam
Saat tiba-tiba bulan berpelukan dengan awan
Tapi di tubuhmu
Pasti kutemukan mawar
Yang di petik oleh perempuan
Untuk dibiarkan di pinggir ingatan.
Rumah sastra.2018
JENDELA MASALALU
Oleh: BJ. Akid
Sejak rona itu terkesiap dalam cahaya harap
Aku belajar mengelana di ruang-ruang pengap,
Belajar dari datangnya sebuah sinar
Di jendela tuan yang retak dan remang
Bukankah kita pernah memandang
Tentang peristiwa tawa sebelum menjadi rindang
Senyum-senyum semakin menyala
Dari godaan mata hingga keujung dada
Sepertinya batas rindu di antara kita
Hanya lampu gantungan dijalan raya
Menebarkan cahaya kesudut doa
Dalam pelukan angan yang sungguh nyata.
Persimbangan,2018
PENUBATAN RINDU
Oleh: BJ. Akid
Cahaya rindu, harum setia,
Berdiang kekening Sulfiana
”Ini rasa yang tak berarah
Pilihlah pasrah agar kesejatian tidak resah”
Cinta telah mengendarai malam
Bercahaya lewat lampu rumahan
Sebelum jalan dan trotoar
Menjelma remang kesunyian
Daun mengering, angin merayu ranting
Angan berdendang di pemetang
Sesekali senyum mulai di perhitungkan
Dalam penubatan rindu dan kesejatian.
Parkir imaji,2018
BJ. AKID, Lahir Di Pasongsongan Sumenep, Madura, Ia Menulis Puisi Beserta Cerpen. Saat Ini Masih Tercatat Sebagai Santri Pondok Pesantren Annuqayah. Dan Menjadi Ketua Komunitas Laskar Pena PPA Lubtara, Sekaligus Pengamat Litrasi Di Kumunitas Surau Bambu Dan SMK Annuqayah.