Pertemuan Sendu
PERTEMUAN SENDU
Oleh: LY. Misnoto
semacam tubuh menyentuh malam
yang tertinggal dari cahaya matahari
hingga angin dan kabut tidak terlihat
di altar jalanan: tenang.
betapa rapuh tulang rusukku
ketika purnama matamu
mengucapkan selamat tinggal,
padahal pandangan kita baru saja
bertemu dalam satu ruang dan waktu
“kuharap, sendu bukanlah akhir,”
begitu suara yang bersarang ditelinga
hingga pagi itu datang dengan embun
namun kesejukannya hilang
semacam ini sebuah tanda kegelisahan
hingga kota yang kusinggahi
menjadi merah merekah
di tubuhnya ada aliran air mata
pertemuan denganmu adalah sendu jiwaku
Malang, 2019
PEREMPUAN DALAM GERIMIS
Oleh: LY. Misnoto
sehabis hujan itu berlalu
sisanya menjadi gerimis
–masih menyisakan basah
pada tubuh yang nekat berlalu–
ini bukan tentang tubuh gerimis
ataupun jalanan yang basah
ada tubuhmu ingin melintasinya
aku bersiap meniduri hujan
agar basahnya hilang: sebentar
perempuan yang kupuja dalam gerimis
aku bukan butuh upah dari langkahmu
sebab baru kali ini aku mampu
meniduri hujan begitu sanja–biasanya
harus banyar terlebih dahulu
demi waktu dan atas namamu
biarkan perhatikan sungguh-sungguh
cerita yang akan kita lalui bersama
dalam gerimis yang tidak mau berhenti
hingga akhir terlelap bersama nisan
Malang, 2019
RITUAL AIR MATA
Oleh: LY. Misnoto
setelah pertemuan terpotong pisau perpisahan
dipenggal dengan paksa. tubuhku dilumuri air mata
ada ayat-ayat yang dilahap menjelma doa
dari pesta air mata mereka sendiri
walau tanpa dipanjatkan bismillah
sebelum segalanya habis
bahkan tanpa diakhiri alhamdulillah
mungkin hanya sebuah pertemuan
akan menyatukan raga yang terpisah
akan tetapi perjalanan panjang
harus kembali ditelusuri kembali
“semoga Tuhan mempertemukan kita,”
selalu menjadi ritual dalam ruang ini
dari pagi hingga kembali pada pagi
tidak mampu kuterjemah di surau
bahkan selalu dipanjatlan seluruhnya
Malang, 2019
LY. Misnoto, lahir di pulau Giliraja Sumenep, Madura. Aktif di Komunitas Pembatas Buku Jakarta (KPBJ). Puisi-puisinya pernah dimuat di media massa cetak maupun daring, di antaranya Radar Madura, Kabar Madura, Simalaba.net, Sukma.co, Koran Merapi, Radar Cirebon, apajake, Fajar, dan Bangka Pos Puisi-puisinya terkumpul dalam antologi tunggal yang berjudul Memori Juli (Vista, 2018).