Shalawat sebuah Oase Masyarakat Urban Cover buku Shalawat untuk Jiwa Tampilan penuh

Shalawat sebuah Oase Masyarakat Urban

Judul : Shalawat Untuk Jiwa
Penulis : Rima Olivia, Psi
Ukuran : 14 x 21 cm
Tebal : xx + 186 hlm
Harga : Rp. 60.000,-
Penerbit : TransMedia Pustaka, Cetakan Pertama, 2016

“Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali shalawat maka Allah memberi rahmat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim

Sebuah buku self healing yang mengupas tentang manfaat shalawat bagi jiwa untuk mengoptimalkan potensi diri dan meningkatkan kualitas hidup. Buku yang disajikan dengan ringan dan menarik oleh Rima Olivia, seorang psikolog yang memiliki pengalaman sebagai konsultan pengembangan sumber daya manusia.

Penulis yang belakangan ini mendalami hipnoterapi, mindfulness, dan coaching menggunakannya dalam penulisan buku ini. Pada hal. 25 disebutkan manfaat psikologis dari shalawat antara lain: Kebahagiaan, Ketenangan, Jalan Keluar, Mampu Mengatasi Masalah, Menjadi Lebih Kreatif, Merasa Lebih Damai dan Menjadi Lebih Spiritual.

Mengucapkan shalawat harus dilakukan secara berulang dan sebanyak mungkin. Pengulangan ini menjadi kekuatan sebagaimana yang dikatakan Anthony Robbins “Repetition is a mother of skill.” Repetisi membuat beberapa efek dalam manusia: familiarity, pemahaman, meyakinkan diri, ingatan yang menguat, dan membawa dalam perpindahan “trance” (hal. 36).

Penulis menjelaskan cukup banyak tentang alam sadar dan alam bawah sadar manusia serta fungsinya bagi kehidupan kita seperti pada hal. 66 dimana dikatakan empat fungsi berpikir alam sadar (conscious mind): mengidentifikasi, mengomparasi, menganalisis dan menentukan. Shalawat yang diucapkan terus-menerus akan masuk ke dalam alam bawah sadar (unconscious mind) kita yang resourceful dan berkelimpahan.

Kapan waktunya bershalawat? Penulis menganjurkan membacanya di saat-saat khusus sebagaimana tercantum dalam Jala’ul Afham karya Ibnu Qayyim Al Jauziyyah, antara lain: ketika menyebut Rasulullah saw, pada akhir shalat, saat berdoa, setelah wudu, pada hari Jumat, ketika masuk dan keluar masjid, saat maasuk rumah, dll (hal.
117).

Sedangkan cara bershalawat, penulis menyebutkan beberapa cara yaitu:

  1. Mindfull shalawat: duduk, terpejam, punya wudu;
  2. Sambil beraktivitas;
  3. Shalawat untuk fungsi terapai (hal.125).

Bagaimana dengan bacaan shalawat? Penulis menjelaskan macam-macam shalawat beserta bacaannya yaitu:

  1. Shalawat Ibrahimiyah,
  2. Shalawat Shad,
  3. Shalawat Aalihi,
  4. Shalawat Ummi,
  5. Shalawat Munjiyat,
  6. Shalawat Ash-Shalah Al-Adadiyah,
  7. Shalawat Imam Syafi’i,
  8. Shalawat Kamaliyah, dan
  9. Shalawat Nariyah (hal.133).

Sekalipun penulis menagatakan buku ini sebagai buku catatan pembelajaran dari seseorang yang sangat awam, sangat naif namun cukup layak untuk dibaca oleh masyarakat yang ingin mengenal shalawat dan mengamalkannya. Pendekatan ilmu psikologi yang dimiliki penulis ditambah lagi dengan hasil wawancara dari Komunitas Sahabat Shalawat yang diikutinya membuat buku ini dapat dipertanggungjawabkan.

Selamat Membaca!



Tatang Pohan, Apajake.Com

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 5 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*

Tinggalkan komentar

5 × dua =