Topbar widget area empty.
Pemuda dan Perdamaian Dunia Novanka Raja Tampilan penuh

Pemuda dan Perdamaian Dunia

Apajake.com kali ini akan berbincang tentang Pemuda dan Perdamaian Dunia sebagai #KadountukIndonesia menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia bersama Mas Novanka Raja, seorang penulis dan founder Kinomedia Writer Academy yang juga Communication Coordinator Global Peace Foundation (GPF) Indonesia. Wawancara via Messenger pada hari Sabtu, 30 Juli 2016.

Apajake: Kita minta kesediannya untuk berbincang tentang Pemuda dan Perdamaian Dunia
Novanka: Silakan. Karena pemuda atau generasi muda inilah yang pada akhirnya akan menentukan masa depan dan ke mana negeri ini akan melangkah. Ini saya baru saja selesai sesi malam acara kemah pemuda relawan Global Peace (GPV CAMP PALEMBANG).

Social Campaign GPV Camp

Apajake: Bisa diceritakan apa itu Global Peace Foundation Indonesia
Novanka: Global Peace Foundation adalah organisasi internasional nirlaba yang tidak terikat pada partai politik, agama atau sekte tertentu, yang mempromosikan pendekatan inovatif berdasar nilai-nilai dasar manusia untuk membangun perdamaian dipandu oleh visi Satu Keluarga yang Berketuhanan (One Family under God) . Global Peace Foundation terlibat dan mengorganisir jaringan global dari berbagai mitra di sector umum dan swasta yangmenjadi model pembangunan perdamaian di komunitas, nasional, dan regional sebagai dasar untuk kehidupan bermasyarakat yang etis dan kohesif.

Apajake: Pusatnya dimana dan ada berapa di berapa negara saat ini
Novanka: Untuk kantor pusat ada di US, tepatnya di Washington dan Seatle-Chicago. Saat ini ada 15 negara dan Indonesia termasuk salah satunya. Di Indonesia sendiri sebenarnya sejak 2010, jadi sudah 6 tahun di Indonesia. Global Peace Fondation Indonesia memiliki 9 Chapter. Setiap chaper tersebut melibatkan generasi muda sebagai pengurusnya dan diberi nama Global Peace Youth Indonesia. Saat ini ada di Bangka Belitung, Palembang, Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Bali, Makassar.

Apajake: Apa saja kegiatan atau project apa yang telah dilakukan GPFI untuk pemuda
Novanka: Untuk program atau project sangat banyak, terbagi di 3 bidang utama yakni Youth, Community Development, dan Education. Beberapa program yang dilakukan di bidang kepemudaan antara lain Interfaith (Peace Project, Interfaith Assembly, Social Service, dll). Untuk Community Development beberapa program antara lain Allight Village (pemberdayaan masyarakat melalui pemberian bantuan lampu solar gratis), Life Park Project (pemberdayaan dan pendampingan ke warga rusun Flamboyan di Jakarta). Untuk Education saat ini melalui program CCI sedang dijakankan melalui 12 sekolah percontohan di DKI Jakarta. Untuk kegiatan atau program pemuda di tiap chaper beragam sesuai kondisi dan permasalahan di kota chapter tersebut.

Apajake: Samuel Huntington dalam bukunya The Clash of Civilization and the Remaking of World Order (1996) mengatakan dengan berakhirnya Perang Dingin yang ditandai dengan runtuhnya ideologi komunisme, wilayah konflik meluas melewati fase Barat, dan yang mewarnainya adalah hubungan antara peradaban Barat dan non-Barat serta antarperadaban non-Barat itu sendiri. Bagaimana GPF memandang tesis tersebut
Novanka: Tantangan pada abad 21 memang jauh lebih komplek karena tak sekadar konflik bersenjata. GPF memahami bahwa setiap manusia adalah unik dan memiliki nilai-nilai serta prinsip berbeda. Namun, seringkali benturan-benturan terjadi akibat menurunnya nilai moral dan karakter generasi muda. Benturan agama dan peradaban semakin mengemuka juga dipengaruhi oleh media informasi yang sajikan berita serta doktrin negatif dalam masyarakat. Isu radikalisme seringkali dianggap sebagai hasil dari kehidupan beragama. GPF mengajak tiap individu untuk kembali pada nilai ajaran agamanya dan memahami segala situasi dengan lebih bijak serta waspada. Ini adalah tantangan yang nyata dan benar-benar sedang terjadi. Agama dan Perdamaian adalah komoditi yang sangat mahal yang juga digunakan dan diperjualbelikan dengan cara dan jalan di luar nilai-nilai keyakinan bergama serta kebaikan ajaran agama.

Apajake: Peran seperti apa yang harus diambil pemuda dalam isu benturan tersebut
Novanka: Pemuda harus memahami bahwa mereka memiliki nilai sangat besar untuk menentukan akan seperti apa kehidupan bernegara. Pemuda harus mengambil peran aktif untuk menghadapi tantangan dan benturan dengan menyebarkan nilai-nilai positif baik dalam kehidupan sosial maupun pribadi melalui karya dan gagasan. Pemuda dengan jumlah populasi mencapai 25% di Indonesia ini tentu menjadi modal luar biasa sekiranya dibekali dengan kemampuan dan pengetahuan mumpuni untuk membangun sebuah negara dan menghadapi benturan yang terjadi.

(Foto: Novanka & GPFI)



Red/TP

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 5 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*

Tinggalkan komentar

18 − 18 =