Bani Gea dan Musik Rantauprapat Bani Gea - Terkait Tampilan penuh

Bani Gea dan Musik Rantauprapat

Apajake di awal November ini mengangkat profil seorang musisi Labuhanbatu yang memiliki sejumlah prestasi. Dia adalah Muhammad Bani Gea yang biasa dipanggil Bani. Lahir di Rantauprapat,  30 Juni 1988. Menyenangi musik sejak kelas 6 sekolah dasar dan kini menjadi ketua Camar (Community Musik Anak Rantauprapat – Community Music of Rantauprapat).

Bertempat di sebuah rumah makan cepat saji di kawasan Aek Tapa Rantauprapat, apajake.com berhasil menemui gitaris yang mengagumi Steve, seorang musisi lengkap (gitaris, komposer, penyanyi, penulis lagu, dan produser) yang pernah terpilih sebagai “10th Greatest Guitarist” oleh Guitar World magazine.

Apajake: Pernah bergabung di grup musik apa saja?
Bani: Ada beberapa band yang pernah antara lain Radiasi Band dan saat ini Chocolate Band

Apajake: Apakah pernah mengikuti festival atau kegiatan sejenis?
Bani: Aku ikut festival band sejak tahun 2002 sampai dengan 2010. Saat ini tidak lagi untuk memberi kesempatan buat adik-adik untuk regenerasi.

Apajake: Grup musik yang menjadi favorit?
Bani: Good Bless dan Edane

Apajake: Pretasi paling berkesan?
Bani: Membawa nama Labuhanbatu dan Sumatera Utara dalam sebuah event musik di Bali pada bulan September 2016.

14192023_1098594680219251_8002316318510138475_n

Apajake: Bisa diceritakan seperti apa event itu?
Bani: bermula dari sebuah event edukasi gitar yang diadakan sebuah perusahaan rokok di FO Cafe Rantauprapat. Aku bersama seorang teman terpilih untuk mengikuti event selanjutnya di Pematang Siantar dan Medan. Hingga akhirnya terpilih bersama 29 orang lainnya yang mewakili berbagai komunitas. Saya sendiri mewakili Camar.

Apajake: Apa saja aktifitas yang dilakukan di Bali?
Bani: Masing-masing berkegiatan sesuai dengan komunitasnya masing seperti fotografi dan grafiti. Saya sebagai gitaris diberi kesempatan mengikuti pertunjukan musisi internasional dan nasional sebagai ajang pembelajaran di GWK Bali.

14705828_1135019323243453_3711671530635578051_n

Apajake: Bagaimana dengan Camar?
Bani: Camar adalah wadah yang menghimpun all player dan all genre dan terbentuk pada 28 Februari 2016. Program yang kita lakukan adalah: edukasi, couching, sharing & learning. Ke depan kita merencanakan untuk melakukan edukasi ke sekolah-sekolah. Saat ini ada 35 orang anggota aktif. Keuntungan lainnya kita jamming bersama,  bersilaturahmi dan bersatu.

Apajake: Apakah ada rencana untuk membuat album sendiri atau kompilasi sesama musisi di Labuhanbatu?
Bani: Kita memang belum ada karya dari komunitas tetapi ada beberapa karya pribadi untuk band masing masing. Ada wacana untuk membuat album kompilisi namun untuk merealisasinya tekendala dana.

14492325_1066953693421957_4056627408465986147_n

Apajake: Ada harapan untuk dukungan pemerintah?
Bani: Pemerintah khususnya Pemkab Labuhanbatu agar musik ditinjau, dilihat dan didukung supaya pemuda kreatif dan positif. Pemerintah cukup memfasilitasi dan mendukung dalam wadah seperti Gedung Kesenian yang representatif dan Dewan Kesenian yang responsif dan  penganggaran.

Apajake: Harapan terhadap musisi Labuhanbatu?
Bani: Kepada kawan-kawan komunitas agar berpikiran positif dan jangan menjelekkan satu sama lain. Kita harus saling mendukung karena kita sama dan kalaupun ada perbedaan hanya sebatas phase agar bisa saling maju.



Apajake/TP

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

[wpw_follow_author_me author_id = "5"]