Ready for Combat, Wajah Baru di Brayan Bengkel
Ready For Combat (RFC) adalah langkah awal yang baik untuk “siap tempur” dalam hal positif. Perkumpulan pemuda/pemudi ini berawal dari keresahan enam orang anak muda yang menginginkan adanya perkumpulan pemuda/pemudi yang dapat memberikan citra baik di daerah tempat tinggal mereka, Brayan Bengkel. Sehingga terbentuklah perkumpulan ini pada 14 Mei 2016. Perkumpulan yang memiliki 18 orang anggota yang memang siap bertempur dalam hal positif. Dua pilar pun ditetapkan dalam perkumpulan pemuda ini, Kekeluargaan dan sosial. Terbukti dengan program-program kerja yang mereka lakukan untuk lingkungan berawal dari gotong royong. Jelas, ini menjadi daya tarik bagi sebagian masyarakat dengan aksi mereka sebagai pemuda yang peduli akan lingkungan di saat sebagian pemuda lagi sibuk duduk-duduk di kafe atau sekedar bermain di Mall. Besarnya dukungan dari masyarakat membuat ketua RFC, Mhd Frana Kusuma tidak mempercainya. “Awalnya perkumpulan ini kami bentuk sebagai perkumpulan biasa, namun berjalannya waktu, perkumpulan ini menjadi serius dan berkembang,” tutur ketua RFC.
Ready For Combat sendiri diresmiman pada 31 Desember 2016 yang dilaksanakan di seketariat RFC yang berada di jalan 4 Pulo Brayan Bengkel. Peresmian ini juga menghadirkan para tokoh pemuda, tokoh masyarakat, serta dihadiri oleh bapak AKP Herianto Ginting. SH. Selaku Kasat Reserse dari Polres Deli Serdang. Beliau yang dahulunya tinggal di Brayan Bengkel juga sangat memberi dukungan positif serta apresiasi yang besar pada perkumpulan ini, karena perkumpulan ini berani menjadi wajah baru untuk menggaungi pemuda agar selalu berpikir positif.
Sudah banyak program kerja yang dilakukan oleh RFC, di antaranya adalah silaturahmi bersama anak yatim, gotong royong lingkungan, juga melakukan bakti sosial untuk saudara yang terkena musibah. Bahkan dalam waktu dekat, perkumpulan ini akan melakukan aksi donor darah.
Agung J Ritonga, selaku wakil ketua menegaskan jika perkumpulan ini bagus untuk menggawangi pemuda agar semakin peduli terhadap lingkungan. Beliau juga menegaskan, jika RFC mempunyai prosedur dalam penerimaan anggota. Salah satunya adalah tidak berteman dengan narkoba. Memang, jika berada dalam perkumpulan ini suasana hangat dan kekeluargaan sangat terasa erat, apa lagi sewaktu mereka menggaungkan salam perkumpulan mereka, semangat pemuda begitu hidup dan terbakar. Seperti yang dikatakan presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Beri aku sepuluh pemuda, maka akan aku guncang dunia.
Sawaluddin Sembiring
Tinggalkan komentar