@dianputrah dan Stand Up Comedy Rezky Ardiandi Putra - Terkait Tampilan penuh

@dianputrah dan Stand Up Comedy

Adalah Rezky Ardiandi Putra, seorang putra daerah asal rantauprapat yang saat ini sedang mengecap pendidikan di Universitas Sumatera Utara jurusan Teknik Sipil. Dia adalah alumni SMA N 3 Rantauprapat yang saat ini berdomisili di kota medan.

Selain berkuliah, Dian juga sedang meniti karir sebagai Komika/Stand Up Comedian semenjak april 2014 hingga saat ini. Awalnya pemuda yang beralamat di Jl. Siringo-ringo Gang PGA ini hanya sering melemparkan lawakan kepada teman-teman tongkrongannya lalu ada dorongan dari teman-temannya untuk mencoba menjajal panggung stand up comedy.

“Susah kali stand up comedy itu wak” ucapnya ketika menceritakan pengalamannya di panggung stand up comedy tersebut. Awalnya dia mendapatkan respon yang sangat minim, hampir tak ada yang memperhatikannya saat melemparkan lawakan. Tapi hal tersebut justru membuat dian penasaran dan terobsesi untuk mempelajari lebih dalam tentang teknik, penulisan materi dan hal lainnya yang dibutuhkan dalam stand up comedy.

Dian Putra2

Saat ini pemuda pemilik akun instagram @dianputrah ini makin mendalami dunia stand up comedy dan tergabung dalam komunitad Stand up indo medan telah sering mendapatkan panggilan untuk menghibur diberbagai tempat bahkak hingga keluar daerah medan. Dian juga menjadi grand finalis liga tarkam yang diselenggarakan oleh stand up indo medan tahun 2016

Berikut sepenggal percakapan tim Apajake dengan Dian

Apajake: Sebagai putra Labuhanbatu pernah sekolah dimana saja?
Dian: TK di TK Kenanga Jl. Siringo ringo lanjut SDN 112134 atau SD 1. SMP di SMPN 1 Rantau Utara terus SMAN 3 (Plus) Rantau Utara. Tahun 2010 lanjut ke Medan coba tes Fakultas Kedokteran tapi ngak jebol, otak gk sanggup. Setelah itu Tes masuk Biologi USU dan sejak itu kost di Medan. Karena ngak tahan sama kuliahnya yang terkesan memaksakan akhirnya mutusin keluar dari Biologi. Bimbel setahun terus tahun 2011 Tes SNMPTN dan lulus di Teknil Sipil USU sampai sekarang.

Apajake:  Apa yang membuat Dian saat ini stay di Medan?
Dian: Sebenarnya pengen balik ke Ranto cuma sadar kalau di Rantau peluang kerja sempit untuk tamatan sipil tapi mungkin karena perkembangan Ranto sekarang ini kemungkinan besar bakalan balik dan stay di Ranto.

Apajake: Bagaimana awalnya terjun ke dunia stand up comedy dan sejak kapan?
Dian: Tahun 2011 pertama kali kenal stand up comedy lewat film Kambing Jantannya Raditya Dika. Mulai lihat video stand up nya di youtube dan karena aslinya emang suka ketawa dan ngak tau malu (hehehe) dan dari dorongan teman juga jadi beraniin diri mulai naik panggung di april 2014 dan mulai gabung komunitas sebulan setelahnya.

Apajake: Apa prestasi membanggakan yang pernah didapat?
Dian:  Banyak kejuaran stand up ya udah dimenangin, tapi yang paling berkesan itu waktu jadi juara 1 Frozz Stand Up Competition Kompas TV, bukan karena nominal hadiahnya tapi gara-gara Juara 1 di kompetisi itu jadi dapat kesempatan nampil di Acara Stand Up serunya Kompas TV. Saking bangganya waktu turun panggung di Auditorium USU sampe nangis (hehehe)

Apajake:  Bagaimana rasanya menjadi putra Labuhanbatu yang tergabung dalam komunitas Stand Up Indo Medan?
Dian: Bangga pasti, cuma merasa ada yang kurang kalau kita asli Labuhanbatu berkarir di Medan tapi di Labuhanbatu sendiri bahkan belum terlalu mengenal stand up. Makanya pengen ada komunitas stand up di Labuhanbatu dan alhamdulillah sekarang sudah ada.

Apajake: Dalam menulis materi stand up comedy, hal apa saja yang biasa menjadi inspirasi?
Dian: Harus dari keresahan yang pernah kita alami. Kita bakalan mudah memutarbalikkan kata-kata menjadi lucu kalau kita benar-benar pernah mengalami kata-kata itu.

Apajake: Apa impian Dian dalam dunia stand up comedy baik untuk pribadi maupun komunitas?
Dian: Yang pasti ngak ada kata cukup atau berhenti sejauh apapun jalan yang ditempuh sebesar apapun hambatan yang dihadapi tetap harus lanjut. Untuk sekarang ini ingin jadi komika nasional dan ingin suatu saat stand up dengan bahasa inggris . Komunitas adalah keluarga. Cukup lakukan dua hal: Pertama, tingkatkan prestasi supaya komunitas didengar baik. Kedua, jaga kelakuan yang bisa mengakibatkan komunitas jatuh.

pBIiNsgEgin4

Apajake:  Saat ini di Rantauprapat sudah ada komunitas stand up comedy, bagaimana pendapat Dian?
Dian: Senang kali pun, komika Rantauprapat masih berumur jagung tapi kemauannya luar biasa, orang Ranto memang punya selera humor yang gila, nggak salah sekarang komunitas stand Up Ranto menjadi kebanggan komunitas Stand Up Medan sebagai komunitas pusat di Sumatera Utara.

Apajake: Hal terpenting dalam stand up comedy menurut Dian?
Dian: Percaya diri untuk menyampaikan isi materi sendiri. Ketika kita percaya diri dengan materi kita sendiri dan emosi terhadap keresahan kita, maka apapun yang kita ucapkan di panggung yakinlah penonton bakal tertawa.

Apajake:  Apa saja yang Dian angkat menjadi materi andalan sebagai bentuk keresahan Dian terhadap Labuhanbatu?
Dian:  Hal yang unik di Ranto misalnya “Kenapa orang kaya Ranto lebih memilih menginvestasikan uangnya ke ladang sawit dari pada ke rumah atau mobil?” Terus pergaulan anak muda Ranto seperti bahasanya “Yang gila gilanya kau”, dll.



Apajake: Apa pesan Dian kepada teman-teman di Labuhanbatu yang ingin menekuni dunia stand up comedy?
Dian: Bagi siapapun putra Labuhanbatu yang ingin atau suka stand up dan ingin menjadi komika jangan pernah ragu dan malu untuk memulai belajar. Menjadi komika tidak semudah menjadi pelawak, kalian sendirian di panggung, harus cerdas, dan harus kuat mental. Dan ingat nggak ada manusia yang berbakat, yang ada hanya manusia yang berusaha.

Rep/OH

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

[wpw_follow_author_me author_id = "5"]

Tinggalkan komentar

dua × dua =