Log masuk

13 − tiga =

Pembentukan FK PUSPA Labuhanbatu IMG-20190320-WA0074 - Terkait Tampilan penuh

Pembentukan FK PUSPA Labuhanbatu

Sebagai media online, apajake dipercaya sebagai salah satu media untuk menjadi mitra dalam Foruk Komunikasi Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (FK PUSPA) Labuhanbatu. Hal ini ditandai dengan undangan sosialisasi PUSPA oleh PPPA Kabupaten Labuhanbatu di Hotel Platinum, Rabu 20 Maret 2019.

 

Dibuka oleh Staf Ahli Bupati Labuhanbatu Esti Pancaningtyas menyabut baik gerakan FK PUSPA yang akan terbentuk nantinya. Diharapkan program-program dari forum ini dapat menurunkan angka kekerasan atau perdagangan serta meningkatkan kesejahteraan terhadap perempuan dan anak nantinya, karena dengan demikian otomatis dapat menghantarkan Kabupaten Labuhanbatu menjadi Kabupaten Layak Anak.

 

Sebelum sesi pemilihan pengurus FK PUSPA Labuhanbatu, Sulaiman ZM selaku plt. PUSPA Sumatera Utara menyampaikan sosialisasi tentang eksistensi PUSPA di Indonesia. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa untuk Sumatera Utara baru tiga kabupaten kota yang telah membentuk PUSPA, yaitu Binjai, Tanjung Balai dan Tapanuli Selatan.

 

 

Adapun visi dan misi serta program dari PUSPA disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan daerah masing-masing, namun tetap fokus pada pengadvokasian perempuan dan anak. FK PUSPA sendiri terbentuk berdasarkan beberapa hal, antara lain :

  • Fenomena kekerasan dan perdagangan orang khususnya terhadap perempuan dan anak yang terus meningkat dan semakin kompleks
  • Tiga program unggulan pemerintah dibidang PP-PA yang dikenal dengan Three-ends: End Violence Against Women and Children, End Human Trafficking dan End Barriers To Economic Justice
  • FK PUSPA Sebagai wadah komunikasi dan sinergi penguatan, perluasan, partisipasi masyarakat dan dunia usaha untuk mendukung terwujudnya kesejahteraan perempuan dan anak.
  • Terbentuknya forum PUSPA dilandasi Undang-undang (Perlindungan Anak, P-KDRT dan P-TPPO) dan secara khusus Permen PPPA RI No.7 tahun 2016, dan Permen PPPA RI No.2 tahun 2017 tentang Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
  • Tahun 2017 dibentuk Forum Komunikasi PUSPA Sumatera Utara, melaluiSurat Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor: 188.44/742/KPTS/2017, Tanggal 27 Desember 2017

 

Lebih lanjut Sulaiman menjelaskan bahwa maksud dan tujuan PUSPA adalah Sebagai wadah komunikasi dan sinergi penguatan, perluasan, partisipasi masyarakat dan dunia usaha untuk mendukung terwujudnya kesejahteraan perempuan dan anak, yang bertujuan untuk mendukung program nasional untuk mengakhiri kekerasan perempuan dan anak, mengakhiri perdagangan manusia, dan mengakhiri kesenjangan  ekonomi perempuan, yang disebut Three Ends.

 

Setelah melewati hasil diskusi dan pemilihan, akhirnya terpilih Veri Madewa dari kalangan pengusaha sebagai Ketua FK PUSPA Labuhanbatu periode 2019 – 2022, dan dipilih juga beberapa komponen pendukung dalam struktur kepengurusan antara lain :

Wakil Ketua : Reni Kartika (GRANAT)

Sekretaris : VIKKI ABDILLAH (Oi Labuhanbatu)

Wakil Sekretaris : Novika Sari (apajake)

Bendahara : Nursriani Tanjung (Advokat)

Wakil Bendahara : Suryani (Dinas Koperasi)

Kordinator Bidang Program dan Organisasi : Aswin Syahputra (Karang Taruna)

Kordinator Bidang Pemberdayaan Perempuan : Indra Firdaus (HIPMI)

Anggota : Yulinar Harefa (Dinas Pendidikan), Juara Asmara (PMR)

Kordinator Bidang Perlindungan dan Pengarusutamaan Hak Anak (PUHA) : M. Azhar Harahap (LPA)

Anggota : Pujianto (Dinas Sosial)

Kordinator Bidang Jaringan dan Kemitraan : Juanda Pranggana (apajake)

Anggota : Mhd. Dzulfahmi (apajake)

Kordinator Bidang Advokasi dan Lobby : Suryani (Advokat)

Kordinator Bidang Publikasi, data dan Informasi : Eiwan Budi Kuswara (Dinas Perpustakaan)

Anggota : Sarah Pohan (apajake)

Adapun kelanjutan dari susunan kepengurusan akan dirampungkan oleh ketua harian yang nantinya akan diumumkan pada rapat kerja dan kordinasi pengurus FK PUSPA Labuhanbatu.

 

 

Setelah isoma, dalam sesi kedua dibuka dengan kata pengantar dan sambutan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Propinsi Sumatera Utara Hj. Nurlela, SH.MH. Beliau menyampaikan bahwa memang sudah seharusnya forum ini dibentuk disetiap daerah-daerah, mengingat tingkat kekerasan terhadap anak dan perempuan semakin tinggi dan beragam di masing-masing daerah.

 



Hal ini terjadi karena kurangnya kontrol, pengawasan serta pembinaan dari masyarakat dan pemerintah, maka dengan adanya forum ini dapat membantu mendata dan menjadi perpanjangan tangan masyarakat dan pemerintah untuk mengurangi angka tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan di Sumatera Utara.

 

Acara yang berlangsung hingga pukul 16.00 Wib sosialisasi ditutup oleh Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak Dinas PPPA Kabupaten Labuhanbatu Hj. Tuti Noprida Ritonga. Beliau sangan mengapresiasi terhadap andil seluruh elemen yang hadir dalam acara tersebut. Beliau berharap ekspektasi dari program kerja yang dirancang nantinya dapat terealisasi dengan baik. PPPA Labuhanbatu Sebagai regulator antara FK PUSPA dan Pemkab Labuhanbatu akan terus berkomitmen dan bersinergi untuk mewujudkan Labuhanbatu Layak Anak.

Juanda Pranggana
Ditulis oleh Juanda Pranggana
    ( 0 Followers )
    X

    Follow Juanda Pranggana

    E-mail :*