Rahmad dan Forum Anak Rahmad Dianta Purba Tampilan penuh

Rahmad dan Forum Anak

Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2016 kali ini cukup spesial karena dilaksanakan di luar Istana Negara. Nusa Tenggara Barat khususnya Kota Mataram  mendapat kehormatan sebagai tuan rumah penyelenggaraan acara nasional ini. Rangkaian acara HAN berlangsung pada tanggal 19 s.d. 23 Juli 2016 yang mengangkat tema “Akhiri Kekerasan Terhadap Anak”. Ada tiga ribu anak yang hadir pada puncak Acara Hari Anak Nasional yang digelar di Lapangan Sangkareang Kota Mataram NTB pada Sabtu, 23 Juli 2016

Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan kebudayaan, Puan Maharani hadir mewakili Presiden yang berhalangan hadir. Sejumlah menteri dan pejabat hadir seperti Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Haris Merdeka Sirait, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Walikota Mataram, Ahyar Abduh,  Seto Mulyadi, dan sejumlah Bupati dan Walikota  se-Indonesia.

Apajake.com berkesempatan mewawancarai Rahmad Dianta Purba, ketua Forum Anak Labuhanbatu, seorang pelajar kelas 12 di SMAN 3 Rantau Utara yang hobi Bulu Tangkis pada kegiatan Car Free Day 31 Juli 2016. Rahmad hadir mewakili Labuhanbatu sebagai peserta Forum Anak Nasional 2016.

HAN Lombok

Apajake: Seperti apa rangkaian kegiatan Forum Anak Nasional 2016 di Lombok
Rahmad:  Rangkaian acara dimulai pada hari Selasa, 19 Juli hingga Sabtu, 23 Juli 2016 yaitu

  • Hari 1: Jamuan Makan Malam bersama Gubernur NTB, Walikota dan Wakil Walikota Mataram jam 20.00 s.d. 22.00.
  • Hari 2: Diskusi dengan pemateri dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)
  • Hari 3: Materi-materi tentang Anak, Pelopor & Pelapor, Bagaimana memberikan hak-hak yang terbaik bagi anak
  • Hari 4: Outbond, mulai pagi hingga menjelang Shalat Jumat
  • Hari 5: Acara Puncak Peringatan HAN

Apajake: Kegiatan yang paling berkesan
Rahmad: Kegiatan-kegiatan yang paling berkesan antara lain:

  • Bertemu dengan kawan-kawan yang lain dimana kita saling bertukar budaya
  • Kirab budaya dimulai dari Kantor Walikota Mataram menuju Hotel Lombok Raya dengan berjalan kaki dengan memakai baju adat masing-masing. di Hotel Lombok Raya duduk bersama dan perkenalan. Dari kegiatan itu kita tahu banyak keberagaman budaya yang bisa dibanggakan setiap daerahanya
  • Berkenalan dengan banyak orang dan mereka sangat ramah dan menikmati dengan senang

fan Lombok

Apajake: Berapa jumlah peserta yang hadir
Rahmad: Lebih dari 550 orang dari 34 Provinsi

Apajake: Apa yang ditampilkan Sumatera Utara
Rahmad: Sumatera Utara mengenakan pakaian Ulos dan Topi Adat Batak

Apajake: Apakah ada penampilan budaya lainnya dari Sumut
Rahmad: Karena keterbatasan waktu tidak semua daerah tampil. Hanya perwakilan yaitu Aceh dan Papua saja (ujung barat dan timur).

Apajake: Apakah ada rekomendasi Forum Anak Nasional kali ini
Rahmad: Pada peringatan HAN 2016, disepakati pula sebuah Deklarasi Kesepakatan Bersama tentang Percepatan Penurunan Perkawinan Anak oleh 19 Bupati dan Walikota se-Indonesia. Diantara Bupati dan Walikota yang hadir ataupun diwakili tersebut adalah; Bupati tangerang, Bupati Lumajang, Bupati Tapin, Bupati Lombok Barat, Bupati Lombok Timur, Bupati Lombok Tengah, Walikota Medan, Walikota Mataram, Wakil Bupati Serang, Wakil Bupati Lebak, Wakil Bupati Wonosobo, Wakil Bupati Probolinggo, Wakil Bupati Bondowoso, Wakil Bupati Sumenep, Wakil Bupati Gunung Mas, Wakil Bupati Tanah Tumbu, Wakil Bupati Berau, dan Wakil Walikota Palu. Pembacaan Suara Anak Indonesia oleh 2 orang perwakilan Forum Anak Nasional serta Pembacaan dan Penyerahan Surat Anti Rokok Republik Indonesia.

Apajake: Pesan untuk Anak-anak Labuhanbatu
Rahmad:

  1. Hindarkan anak dari rokok
  2. Hentikan kekerasan pada anak
  3. Pendidikan yang baik untuk anak
  4. Kurikulum yang ramah anak dimana tidak hanya memenuhi keinginan pemerintah tapi juga keinginan anak sehingga belajar lebih baik dan bersemangat
  5. Menfasilitasi terbentuknya sekolah untuk anak anak berkebutuhan khusus selain SDLB yang kini ada
  6. Pendirian tempat rehabilitasi narkoba bagi anak anak karena mereka adalah korban

Apajake: Bagaimana pendapat Rahmad tentang masa depan anak Indonesia
Rahmad: Kalau pemerintah peduli dan mau bekerjasama dengan anak maka masih ada masa depan Indonesia yang baik. prestasi akan muncul. Bila pemerintah memenuhi hak hak anak maka anak-anak akan senang dan berbuat baik ke depan. Tidak akan ada lagi pengguna narkoba karena sebenarnya mereka kurang kasih sayang. Bila orangtua dan pemerintah mengasihi mereka maka mereka akan melakukan hal-hal baik dan mengukir prestasi yang luar biasa.

(Foto: Rahmad)



Red/TP

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 5 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*

Tinggalkan komentar

enambelas + 3 =