Topbar widget area empty.
14 Hari Puisi Religi: Seribu Doa cover Seribu Doa Tampilan penuh

14 Hari Puisi Religi: Seribu Doa

Puisi Religi Agustav Triono dan Firman Wally

 

 

 

Padamu

Oleh: Agustav Triono

 

Dalam hening tundukkan kepala

Biar resap segala makna

Hadir pada doa-doa dipanjatkan

 

Pada mata pecahlah pandang

Tatap luas cakrawala

Kita hanya secuil di hadapNya

Yang ngatur setiap kedipan mata

 

Pada rasa yang getar di desir malam

Kucium aroma kasih tak terbalaskan

Sujud ikhlas pasrah jiwa padaMu semata

 

Mei 2020

 

 

 

 

Seusai Subuh

Oleh: Agustav Triono

 

Seusai subuh mari berkemas

Siapkan sebaik-baik amunisi

Sebab kita kan berperang

Melawan nafsu sendiri

 

Seusai subuh akankah kita luruh

Oleh angin menderu

Mengirim serbuk-serbuk goda dan rayu

Melekat seluruh tubuh

 

Seusai subuh kita kan berenang

Di samudera hari-hari

Diuji dalam riak dan gelombang bulan suci

Hingga seteguk air saat matahari tergelincir

Melunaskan nikmat hakiki

 

Mei 2020

 

 

 

 

Seribu Doa

Oleh: Agustav Triono

 

Seribu doa malam-malam Ramadhan

Tak bosan kugumamkan

Tak hanya selarik harap

Mengertap di dinding khalwat

 

Seribu doa dalam malam-malam panjang

Mengharap cahaya pada jiwa gersang

 

Mei 2020

 

 

 

 

Dalam Malam

Oleh: Agustav Triono

 

Di hamparan bumi ku mengelana

Dalam pencarian mengais hakekat

Silap dunia menghalau pandang

Kadang memabukkan

Jalan berkelok duri dan batu-batu

Menghadang angkuh

 

Ku rindu jalan lurus Mu

 

Merenung dalam inti malam

Mencabut onak peristiwa-peristiwa

Catatan kelam segera ingin tanggalkan

Agar segera rengkuh ruang yang hilang

 

Ah, kuraba-raba gemuruh dada

Cinta padaMu menerus getar

Di sajadah mata menggerimis

Membasah sujud tahajud

 

Mei, 2020

 

Agustav Triono. Lahir di Banyumas, 26 Agustus 1980. Alamat Perum. Puri Boja Bojanegara, Padamara, Purbalingga. Bergiat di Komunitas KATASAPA Purbalingga, LESBUMI Purbalingga, dll. Karya sastranya termuat di beberapa media massa dan di buku antologi antara lain Balada Seorang Lengger (2011), Jejak Sajak (2012), Puisi Menolak Korupsi 2a (2013), Tifa Nusantara (2013), Teras Puisi (2016), Kembang Glepang (2018), Sesapa Mesra Selinting Cinta,PPN XI (2019), Jazirah 2 (2019), Progo 6 (2020) dll. Antologi puisi tunggalnya Seperti Mata Malam (2008). Alamat email: agustavtriono@gmail.com

 

 

 

 

 

Ibuku

Oleh: Firman Wally

 

Kulihat senja di wajahmu ibu

Kadang dia menjelma cakrawala

seindah senyumanmu, ibu

 

Sebelum matahari jatuh

Mengeringkan embun

Kudengar seruanmu mamanggil aku

perihal takbiran esok lebaran

 

Suatu waktu

Aku tak lagi bersamamu

yang kuingat pengorbananmu ibu

Serupa nelayan diterjang gelombang di laut lepas

tapi ia tetap pulang dengan senyuman ikhlas

 

Begitulah ibu

Sampai kapanpun kau tetap ibuku

Wanita pertama yang mengajariku lagu-lagu merdu menjelang tidur

Pelukan paling hangat sehangat air laut di musim penghujan

Pelukan paling halus sehalus

kain sutra yang digantikan oleh telapak tanganmu, ibu

 

Ibu

Sampai kapan pun

Sampai matahari menjadi debu

kau tetap ibuku yang tulus mengejariku tentang kisah dan kasih saban waktu

 

Ambon, 07 Mei 2020

 

 

 

 

Berbuka

Oleh: Firman Wally

 

Kumenyapa kau di meja bahagia

Warna warni menari-nari di kepala dengan ceria

Menelusuk masuk ke sela-sela hidung

Aromanya menjelma mimpi yang sesaat lagi akan menjadi kenyataan

 

Ambon, 07 Mei 2020

 

 

 

 

Ramadan Yang Sepi

Oleh: Firman Wally

 

Menjelang malam ke lima belas

Sunyi sepi semakin jelas

Ramadan bersembunyi di balik rembulan

Keramaian bersemedi di balik kesunyian

ramadan sunyi, bunyi-bunyi bersembunyi di pelupuk pandemi

yang masih setia

entah kapan ia pergi

 

Pandemi menghampiri

Ramadan pun sepi

 

Ambon, 07 Mei 2020

 

Firman Wally. Nama pena firmanwally02. Pria kelahiran Tahoku 03 April 1995, lulusan UNPATTI  jurusan Sastra dan Bahasa Indonesia. Ia merupakan alumni SD Inpres Hila, SMP N 1 Leihitu dan SMA N 1 Leihitu.  Puisi-puisinya sudah termuat di berbagai antologi  bersama,  seperti Kutulis Namamu di Batu, Puisi Negeri Sawit, Gus Punk, Sajak-Sajak Pahlawan, Bulan-Bulan Dalam Sajak, Kita Adalah Indonesia Seri 2, Dongeng Nusantara Dalam Puisi, Menenun Rinai Hujan Bersama Eyang Sapardi, Tanah Bari, Pasaman, dll. Sekarang aktifitasnya adalah menulis.

 

Foto oleh TH Pohan

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 8 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*