Topbar widget area empty.
  • Beranda  /
  • Opini   /
  • Pengalaman Kuliah Online Selama Masa Karantina Akibat Pandemi COVID-19
Pengalaman Kuliah Online Selama Masa Karantina Akibat Pandemi COVID-19 Picture Kuliah Online Tampilan penuh

Pengalaman Kuliah Online Selama Masa Karantina Akibat Pandemi COVID-19

Opini Muhammad Rifaldo Wirawan

 

 

 

Pandemi virus corona (COVID-19) yang menyebar ke seluruh dunia membuat aktivitas perkuliahan dengan tatap muka dan datang ke kampus tidak dapat dilakukan. Hal tersebut dilakukan agar dapat menekan angka penyebaran virus  dan mencegah agar para mahasiswa tidak terinfeksi virus tersebut. Agar aktivitas perkuliahan tetap dapat berjalan, kampus menyelenggarakan kuliah dengan cara online.

 

Saya memulai perkuliahan secara online pada pertengahan bulan maret sampai dengan awal mei. Kampus saya menggunakan Cisco Webex Meeting sebagai software untuk menyelenggarakan kuliah online. Kuliah online juga membuat timeline akademik perkuliahan juga berubah. Yang harusnya awal bulan april diadakan ujian tengah semester menjadi ditiadakan dengan alasan agar para mahasiswa tidak stress selama masa pandemi ini. Ujian akhir semester juga yang seharusnya diadakan bulan juni dimajukan ke bulan mei.

 

Pengalaman saya selama menjalani kuliah online bisa dibilang cukup menarik dan menjadi pengalaman yang baru bagi saya. Walaupun pada awalnya sempat culture shock karena belum terbiasa menjalankan kuliah secara online, lama-kelamaan saya mulai terbiasa menjalani perkuliahan secara online. Bahkan menurut saya, menjalani perkuliahan secara online membuat kita lebih fokus menyimak penjelasan materi oleh dosen dibandingkan perkuliahan secara tatap wajah.

 

Faktor minimnya distraksi dari lingkungan sekitar yang membuat kuliah online lebih fokus daripada kuliah secara tatap muka. Selain lebih fokus, kuliah online membuat saya juga lebih paham dan mengerti penjelasan dari dosen. Saya menjadi lebih siap untuk menjalani perkuliahan dibandingkan kuliah biasa karena saya dapat langsung mengakses materi perkuliahan melalui ebook dan internet.

 

Kuliah online juga membuat aktivitas non akademik seperti organisasi dan event terpaksa dilakukan secara online. Beberapa event terpaksa juga ditunda atau bahkan dibatalkan. Rapat organisasi juga terpaksa dilakukan secara online. Rapat dilakukan melalui beberapa aplikasi seperti Google meet, Cisco webex meetings, dan Zoom.

 

Walaupun kuliah secara online terdapat beberapa kelebihan seperti menghemat waktu, minim distraksi, dan dapat dilakukan dimanapun, akan tetapi terdapat beberapa kelemahan dari kuliah secara online. Salah satunya adalah adalah tidak efektifnya alur komunikasi selama kuliah online. Contohnya adalah pada saat sesi presentasi kelompok, penyampaian materi oleh kelompok tidak tersampaikan secara efektif karena hanya melalui aplikasi, bukan melalui penjelasan langsung oleh anggota kelompok.

 

Kelemahan lainnya adalah kuliah online membuat kita menjadi malas dan kadangkala tidak fokus untuk menjalani kuliah. Salah satu alasannya adalah kita dapat menjalani perkuliahan sambil makan, rebahan atau bahkan sambil main video game. Kuliah online juga akan membuat kesulitan bagi mahasiswa yang tidak punya wifi di tempat dia menjalankan kuliah online.

 

Mahasiswa tersebut terpaksa membeli paket internet yang banyak yang mana hal tersebut memakan biaya lebih besar dari sebelumnya. Mahasiswa yang berada di tempat yang susah sinyal juga akan kesulitan untuk menjalani kuliah. Mereka harus mencari tempat yang sinyalnya bagus baru bisa mengikuti perkuliahan.

 

Kuliah secara online juga membuat dosen memberikan tugas kepada mahasiswa lebih banyak dari biasanya. Hal ini dilakukan untuk mengganti atau menambah komponen penilaian dalam suatu mata kuliah akibat ditiadakannya ujian tengah semester. Salah satu komponen penilaian dalam kuliah yaitu quiz juga dilakukan secara online. Quiz dapat dilakukan melalui google docs atau aplikasi khusus dari kampus.

 

Pandemi ini juga membuat mahasiswa akhir yang lagi skripsi terpaksa melakukan bimbingan skripsi dan sidang skripsi secara online. Walaupun dirasa kurang efektif, hal ini terpaksa dilakukan agar mahasiswa semester akhir dapat lulus dengan tepat waktu. Para mahasiswa akhir tersebut melakukan bimbingan dan sidang melalui aplikasi yang  telah disepakati bersama dosen pembimbing.

 

Salah satu hal yang dapat dipelajari dari pengalaman saya selama mengikuti kuliah online yaitu hal-hal sederhana seperti datang ke kelas, mengerjakan tugas kuliah bareng teman, dan mengikuti rapat organisasi atau event menjadi suatu hal yang spesial dan luar biasa setelah adanya kuliah online ini. Walaupun kesibukan selama perkuliahan normal seringkali membuat saya frustasi dan stress, akan tetapi kuliah online membuat saya menyesal untuk tidak menikmati dan mensyukuri hal-hal sederhana tersebut.

 



Muhammad Rifaldo Wirawan. Seorang mahasiswa di salah satu universitas ternama di Yogyakarta. Lahir di Bontang, 7 Oktober 1999. mempunyai hobi bermain futsal, menonton film, membaca buku, dan berpetualang.

 

Foto oleh M Rivaldo Wirawan

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 8 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*