Topbar widget area empty.

IRA

Puisi-Puisi Chepy Kurniawan

 

 

IRA

 

Ingin ku menulis sebuah cerita

Diantara perasaan gelisah akan cinta

Di denyut jantung yang berdebar setiap kabarmu berkumandang

Di segala pandang-pandang bola mataku yang hanya tertuju padamu

Untuk mengajun rasa.

 

Pekanbaru, 2020

 

 

 

 

IRA II

 

Hari ini kutulis puisi ira

Di dalamnya beribu suara inti sukmaku

Yang terpekik-pekik menyuarakan satu nama

Melodi-melodi dan bunga-bunga mekar bersorak

Menikam segalanya

Sebuah panorama dan harap-harap yang tertuju padamu

 

Pekanbaru, 2020

 

 

 

 

IRA III

 

Ira

Aku mabuk

Menengguk cinta yang kau sajikan

Di setiap gerak-gerik bola matamu

Di likuk garis lengkung senyummu

Kau buatku tumbang

Sungguh kau pandai meracik ramuan terbaik.

 

Pekanbaru, 2020

 

 

 

 

IRA IV

 

Ira

Aku ingin melukis wajahmu di awan gelap

Sebab rasaku yang tak pernah kau usik

Meski cinta telah kubendung

kau tetap tak bergeming

Di balik reruntuhan tiang-tiang yang kemaren kutegakkan

Ku merasa sial tak dapat memiliki

Semua sajak-sajakku hilang arah

Karena kutahu kau milik orang lain

Atau sajak-sajakku salah tempat?

 

Pekanbaru, 2020

 

 

 

 

IRA V

 

Ira

Sekarang bulan di atas separuh

Luntur keutuhan penuhnya

Terselimuti awan-awan gelap

Sedangkan rasanya sama seperti aku

Aku mengumpulkan sisa-sisa kelunturan

Yang aku susun kembali namun tak serupa bentuk

Akankah aku mati disini?

Atau hidup dikemudian hari?

 

Pekanbaru, 2020

 

 

 

Chepy Kurniawan adalah seorang anak yang di berikan nama dari kedua orang tuanya. Pertama kali berada di bumi pada tanggal 15 Januari 2001 dan sampai saat ini Alhamdulillah masih di bumi. Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Andalas.

 

Photo by Rhyan Stark from Pexels
Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 9 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*
%d blogger menyukai ini: