Topbar widget area empty.
  • Beranda  /
  • Opini   /
  • Catatan Kecil Kelompok 8 KI Labuhanbatu Utara
Catatan Kecil Kelompok 8 KI Labuhanbatu Utara Kelompok 8 Kelas Inspirasi Labura Tampilan penuh

Catatan Kecil Kelompok 8 KI Labuhanbatu Utara

Selamat Kepada Sdr/i. Selamat bergabung sebagai Inspirator/Dokumentator pada Kelas Inspirasi Labuhanbatu Utara.

Sebuah email di jam 00:09 pada 2 Februari 2017 adalah awal dari sejarah kami. Senang, haru dan bangga dapat menjadi bagian dari Kelas Inspirasi Labuhanbatu Utara.

Minggu, 5 Februari 2017 menjadi langkah awal penyatuan kami dalam Briefing Kelas Inspirasi di Aula SMA Negeri 1 Kualuh Hulu. Ada 8 Kelompok untuk 8 Sekolah yang dibagi di akhir Briefing. Kami adalah Kelompok 8 yang ditempatkan di SDN 114348 Lubuk Tikko Kec. Kualuh Selatan. Saat itu hadir 3 Inpirator (Pak Dokter Sugeng, Bu Guru Irlana dan Pak Dosen Tatang), 3 Fasilitator (Kak Henni, Kak Indah dan Kak Dewi), dan 3 Guru perwakilan dari SDN 114348 Lubuk Tikko. Pak Dokter didaulat sebagai Ketua Kelompok.

Dunia Maya selanjutnya menjadi rumah berdiskusi kami. Maklumlah, kami terpisah jarak dan waktu. Medan, Aek Kanopan, Damuli dan Rantauprapat adalah domisili para Inspirator, Dokumentator dan Fasilitator Kelompok ini. Rencana kelompok dibuat bersama dalam ruang maya.

Minggu, 12 Februari 2017 adalah hari terakhir menjelang Hari Inspirasi. Persiapan harus tuntas. Pertemuan Akhir Kelompok diadakan di SD Muhammadiyah 1 Aek Kanopan. Ada beberapa Kelompok yang juga rapat di tempat yang sama. Pertemuan yang dimulai malam hari itu berakhir menjelang pertengahan malam. Tuntas sudah persiapan. Raga harus diistirahatkan. Berharap besok menjadi Hari yang Menginspirasi.

Usai shalat Subuh kami beranjak dari rumah dan hotel tempat kami bermalam. Dengan sepeda motor dan mobil kami menuju Desa Damuli Pekan. Alhamdulillah kami tiba sebelum lonceng sekolah berbunyi. Aroma tanah dan dedaunan menyambut. Anak-anak menyapu halaman mengumpulkan dedaunan jatuh. Satu demi satu anak-anak sekolah dasar itu menjatuhkan perhatian pada kami.

Lonceng berdentang. Jantung berdetak. Perjuangan dimulai. Doa-doa dirapal.

Upacara Bendera yang entah kapan terakhir kalinya diikuti menjadi sakral. Indonesia Raya mengiringi kibarnya. Siswa-siswa berjanji untuk patuh pada Negara Kesatuan Republik Indonesia, orang tua dan guru. Berjanji bangun menjadi Pemuda Pemudi harapan Indonesia.

Di samping barisan Dewan Guru kami berjanji dalam hati untuk meneruskan cita-cita Soekarno dan Hatta, Sang Pendiri Bangsa, menjadi pemuda yang mengisi kemerdekaan dan menggoncangkan dunia. Hati semakin terguncang tatkala Kepala Sekolah membuka masa lalunya yang tak bersepatu. Kita memang butuh inspirasi, ujarnya. Kami berjanji memberikan yang terbaik. Mengajar Sehari untuk Menginspirasi Selamanya.

16729114_10212073859311959_6212307946022605633_n

Setelah memperkenalkan diri dan ice breaking di halaman sekolah usai upacara, kami pun memasuki kelas. Satu demi satu kami memasuki ruang peradaban. Menit demi menit kami tuturkan diri dan profesi. Mengajarkan mereka bagaimana menanam dan meraih cita-cita. Mengajak mereka bermain peran dan bernyanyi bersama. Tiga puluh lima menit pertama yang berat menjadi lebih berat di Kelas 1 dan 2. Namun menjadi ringan di tiga puluh lima menit selanjutnya dan selanjutnya. Akhirnya masing-masing Inspirator menuntaskan empat kelas.

16730396_10212073858111929_1057619472798023881_n

Beruntunglah Para Inspirator yang sedianya tiga orang mendapat tambahan dua Inspirator “Penyelamat” (Bunda Dewi dan Pak Eko). Mereka adalah orang yang awalnya ingin mendampingi suami dan istri tercintanya. Cinta juga yang membuat mereka harus turun tangan. Tiga orang Fasilitator kelompok ini sangat tangguh. Kekurangan 1 Inspirator lagi dapat mereka pegang dan manajemen Kelas tertata. Dokumentator kami, Indra, tak kalah tangguh. melakukan 2 tugas sekaligus, Fotografer dan Videografer. Tak terbayang repotnya harus memasuki seluruh ruang untuk mengabadikan peristiwa.

16807623_10212073860831997_107157990394082568_n

Akhirnya tibalah moment puncak dimana anak-anak menyematkan nama dan cita-citanya pada peta dunia besar yang kami sebut “Peta Cita-Cita”. Dengan penuh semangat mereka menorehkan cita-cita mereka pada lembaran-lembaran origami yang beragam corak dan bentuk. Aku ingin menjadi Dokter, Guru, Dosen, Polisi, Brimob, Tentara, Pilot, dan beragam cita-cita lainnya. Di tempelkan pada negara-negara yang mereka ingin kunjungi. Sebuah harapan untuk membuka cakrawala dan menjelajahi dunia. Tak hanya anak-anak. Para guru dan kami pun ikut menorehkan cita-cita disana. Cita-cita tak boleh mati karena hidup masih berlanjut.

16807097_10212073859831972_8624386460811890238_n

Hari Inspirasi harus diakhiri. Perpisahan harus dimaknai sebagai jeda bagi pertemuan selanjutnya. Anak-anak berbaris manis. Memegang lembaran-lembaran karton bertulis

16807401_10212073857191906_1188324471530511187_n

Kami berpamitan pada Kepala Sekolah dan Dewan Guru. Sebuah Piagam Penghargaan Kelas Inspirasi Labuhanbatu Utara diserahkan Ketua Kelompok, dr. Sugeng, pada Kepala Sekolah. Dua buah judul buku puisi dan cerpen diserahkan oleh Pak Tatang Pohan. Sebagai tanda bahwa kami pernah ada disana akan terus bersilaturahmi.

16730395_10212073863312059_1235434426056357464_n

Sore harinya kami berkumpul kembali dalam Hari Refleksi yang kembali diadakan di Aula SMA Negeri 1 Kualuh Hulu. Masing-masing kelompok menceritakan kembali pengalaman mereka di Hari Inspirasi. Memberi Kesan Pesan dan juga Catatan. Semua riang, senang dan haru. Semakin seru dengan yel-yel dan improvisasi segar yang mengundang tawa. Satu kesan yang Kelompok 8 berikan: BAGUS!

Akhirnya Kelas Inpirasi ditutup dengan ajakan untuk kembali memaknai Hari Inspirasi bukan hanya sebatas eksistensi. Pertemuan sehari yang harus dilanjutkan dengan pertemuan di lain hari. Tidak hanya menanam cita-cita namun juga merawat cita-cita. Kami harus berpisah. Tapi berjanji akan kembali.

Inilah Catatan Kecil Kami

 

16807566_10212073852871798_1095915251767873573_n

Pengalaman yang luar biasa, berbagi semangat dan cita cita dengan anak-anak. Cita-cita itu perlu divisualisasikan agar dapat terwujud, ya kami berperan agar mereka dapat memvisualisasikan mimpi mereka. Agar mereka tahu bahwa mereka juga Bisa mewujudkan mimpi mereka. Saya percaya saat ada seorang anak yang memiliki cita-cita menjadi dokter, kemudian saya menjelaskan apa itu dokter, apa yg dikerjakannya, dimana dokter bekerja dan apa peran dokter terhadap masyarakat. kemudian saya mengatakan bahwa dia bisa menjadi dokter, hal itu akan sangat memberi impact bagi dirinya, memberi inspirasi dan keyakinan terhadap dirinya. Demikian juga saya percaya terhadap cita-cita anak lainnya dan mendapat penjelasan dari orang yang telah berada terlebih dahulu pada cita-cita tersebut. Sebenarnya bagi saya pribadi, anak-anak ini malah yang memberi inspirasi ke saya. Melihat keceriaan mereka, kepolosan mereka, antusias dan semangat mereka, banyak hal dari anak-anak tersebut yang memberi inspirasi kepada saya.
(Sugeng Hartono, Dokter, Inspirator)

 

16711853_10212073854031827_6503326464171795946_n

Kelas Inspirasi… Adalah kegiatan yang sudah lama saya nantikan. Alhamdulillah… Saya diberi kesempatan mengikuti KI Labura.  Menginspirasi tidak semudah mengajar siswa. Menginspirasi butuh cara khusus agar anak-anak memiliki keinginan dan tekad untuk mewujudkan cita-citanya. pada KI Labura ini… Saya banyak mendapatkan inspirasi dari anak-anak tersebut. Jadi bukan hanya saya yang menginspirasi melainkan saya juga menjadi terinspirasi. Kelas Inspirasi….. Sehari mengajar… Seumur hidup menginspirasi… Semangat Inspirasi
(Irlana Prayekti, Guru, Inspirator)

 

16806761_10212073861712019_1376256104441459173_n

Senyum ceria dari setiap bibir anak-anak Indonesia ini lah yang membuat hati ku menyadari bahwa “Tidak harus menjadi orang hebat dulu untuk bisa berbagi kepada orang lain, siapapun kamu, apapun kamu, berapaun usiamu, tak peduli apapun profesi, kamu adalah orang yang hebat jika kamu bisa bermanfaat bagi orang lain”. Ini adalah pelajaran hidup yang mampu saya ambil dari kegiatan Kelas Inspirasi Labuhanbatu Utara di SD N. 114348 Lubuk Tikko Kualuh Selatan. Terus lah menginspirasi wahai relawan-relawan Indonesia, sungguh mulia hatimu. Dan tetap lah bercita-cita wahai anak Indonesia, angkat tinggi tanganmu untuh meraih cita. Jangan pernah takut untuk bermimpi, sebab setiap dari kita adalah pemenang dan raja di dunia. Terus berkarya dan terus menginspirasi Kelas Inspirasi Labuhanbatu Utara. Semangat menginspirasi.
(Dewi Wulandari Pasaribu, Mahasiswa, Fasilitator)

 

16730283_10212073855751870_2428885978931271663_n

Pada awalnya, saya kurang setuju istri ikuti KI. Saya banyak bertanya apa tujuannya. Tapi setelah saya sendiri masuk inspirator “ilegal”. Saya ngerasa terinspirasi. Gimana rasanya menjadi guru seperti istri saya dicintai anak anak. Juga ngerasa prihatin dengan anak anak yang di pelosok tapi tetap semangat kejar cita cita. Ketika harus pulang saya pingin nangis ninggali anak anak itu. Juga pingin nangis ninggali teman-teman sehari yang saya anggap sudah menjadi saudara saya. Tatap semangat sobat KI semua.
(Eko Ervan, Kontraktor, Inspirator)

 

16729004_10212073862272033_8470767151515658137_n

13 Februari 2017 akan menjadi catatan luar biasa yang akan selalu aku ingat. Ada satu gerakan yang sungguh mulia telah terwujud dari orang orang yang terpilih. Terbentuk dari lingkaran kecil sampai bisa membentuk lingkaran besar. Terhubung dengan gerakan ini. Aku dan timku mendapatkan tugas memberi inspirasi pada adik adik SD  NEGERI NO 114348 LUBUK TIKKO, Disini bukan sesuatu yang bisa membuatku kaya dan terkenal yang aku dapatkan melainkan sesuatu yang tidak bisa aku ukur dengan uang dan penelitian. Sungguh atas Takdir_Nya lah aku bisa berada dibarisan para inspirator dan fasilitator serta berada ditengah tengah mereka adik adik yang lucu dan lugu. Big thanks for you “Brother Surianto” koordinator yang semangatnya mengalahkan mengalahkan ratusan lelah para pendukungnya.
(Indah, Guru TK, Fasilitator)

 

16807819_10212073861272008_139274760825932942_n

Bahagia kala kembali bisa bergabung pada kegiatan Kelas Inspirasi. Bersama menuang warna di SD Negeri 114348 Lubuk Tikko, Labuhanbatu Utara. Bersama menyatukan niat, gerak dan rasa menginspirasi anak-anak agar mampu menggapai cita-cita tinggi. Harapan Saya, kisah sederhana yang tlah kita jalin semoga menjadi kekuatan pesan dan kita mampu mensyukuri kebersamaan yang masih Allah beri, sebab sedikitpun kita tak akan merugi. Mari, terus menghadirkan cinta buat sesama. Salam Inspirasi!
(Bunda Puspa, Pendongeng, Inspirator)

 

16729446_10212073858791946_1890954706770014634_n

Alhamdulillah. Syukur kehadirat Allah dipertemukan dengan orang-orang istimewa, para Inspirator yang dengan sukarela meluangkan waktu, tenaga, pikiran dan materi demi kemajuan anak bangsa. Bahagia dan bangga bisa berbagi, menebar senyum dan tawa, menginspirasi, memotivasi, membuka cakrawala, membangun mimpi dan cita-cita yang ingin diwujudkan demi masa depan yang lebih cemerlang. Kelas Inspirasi Labura. Semangat menginspirasi…
(Henny Safitri, Pengelola PKBM, Fasilitator)



 

16806823_10212073855031852_6233267042551133997_n

Kelas Inspirasi Labuhanbatu Utara adalah Kelas Inspirasi saya yang ke-5. Bertemu dengan seluruh relawan, guru dan siswa adalah bertemu dengan semangat dan ketulusan. Menemukan harapan bahwa bangsa ini masih memiliki nilai-nilai dan keluhuran. Menginspirasi dan terinspirasi. Bersyukur dapat menjadi bagian dari gerakan ini. Ditunggu Kelas Inspirasi Labuhanbatu Utara berikutnya.
(Tatang Pohan, Dosen, Inspirator)

Langkah menjadi panutan, Ujar menjadi pengetahuan, Pengalaman menjadi inspirasi.

CK/Kel.8

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 5 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*

Tinggalkan komentar

8 − tujuh =