• Beranda  /
  • Hiburan   /
  • Mengapa Hammock Makin Digemari Para Pegiat Alam
Mengapa Hammock Makin Digemari Para Pegiat Alam Penggemar Hammock - Terkait Tampilan penuh

Mengapa Hammock Makin Digemari Para Pegiat Alam

Penjelajah alam menggunakan hammock sebagai tempat beristirahat menggantikan tenda konvensional sudah semakin banyak diminati para pegiat alam di Indonesia, terutama bagi mereka yang menganut aliran ultra light hiking. Kini, tren menggunakan hammock ternyata makin marak terutama di Indonesia. Slogan “Leave no Trace” yang popular di kalangan pegiat alam bisa jadi merupakan salah satu alasan sejumlah orang untuk semakin mantap meninggalkan tenda karena dalam penggunaannya, hammock hampir tidak meninggalkan bekas pada alam sama sekali.

Hammock sendiri adalah shelter serba guna yang berbentuk menyerupai ayunan dan biasa digunakan untuk beristirahat santai hingga bermalam. Pada umumnya hammocking kebanyakan hanya menggunakan 2 batang pohon, akan tetapi sebetulnya bisa dilakukan dimana saja seperti di tebing atau batu besar dengan syarat mampu menopang beban hammock dan juga stabil.

Berikut sejumlah kelebihan dari hammock yang mungkin bisa kalian pertimbangkan jika ingin beralih menjadi “hammockers” terutama bagi kalian yang sering ber-solo camping.

  1. Ringan
    Hammock memiliki berat yang jauh lebih ringan jika dibandingkan dengan tenda, bahkan packingannya bisa lebih kecil daripada sleeping bag. Berat satu set hammock standar lengkap beserta tali webbing dan carabineer pengikatnya hanya berkisar antara 500 hingga 700 gr saja. Bandingkan dengan tenda ultra light ukuran satu orang lengkap dengan flysheet dan frame alumunium yang rata-rata mencapai berat antara satu hingga dua kilogram.
  2. Lebih ramah lingkungan
    Jika menggunakan tenda, kalian tentunya mencari tanah yang bersih dari kerikil, batu atau rerumputan. Tak jarang harus menebas ilalang atau menyingkirkan bebatuan. Namun dengan hammock, cukup kaitkan hammock di antara dahan pohon  kemudian ikat. Selesai.
  3. Bisa dilakukan di mana saja
    Sebagian besar orang berpikir bahwa menggunakan hammock hanya bisa dilakukan pada daerah yang memiliki dua pohon besar yang berdekatan saja. Tetapi ternyata hammock bisa dikaitkan pada tebing, batu besar, maupun tiang pancang.
  4. Mudah dan simpel
    Kalian hanya perlu mengaitkan tali webbing yang terdapat pada kedua ujung hammock pada benda apapun yang nampak kokoh dan stabil, entah itu pohon, tiang pancang, bahkan tebing curam dan tak lama kemudian kalian sudah bisa mendapatkan tempat beristirahat yang nyaman untuk bermalam seharian.
  5. Harga murah. Memang tidak semua hammock harganya murah, bahkan ada yang harganya jutaan dan lebih mahal daripada tenda. Namun saat ini sudah banyak produk hammock lokal buatan dalam negeri yang meski harganya murah, namun memiliki kualitas yang baik dan mampu menopang beban hingga ratusan kilogram.
  6. Cocok untuk solo traveler. Hammock yang ringan dan juga kecil ketika sudah dipacking rapi tentunya memudahkan dan meringankan beban para solo traveler. Tidak perlu membongkar pasang tenda dan juga membawa frame yang terkadang memakan tempat lebih banyak dalam tas.

Tertarik untuk mencoba?

Labuhanbatu Hammock Festival 1 tanggal 9-10 September 2017 di Pantai Alam Lestari, Sei Tawar, Kec. Panai Hilir Kab. Labuhanbatu, Sumatera Utara bisa menjadi tempat Anda untuk mencoba sembari menjaga kelestarian sisa kawasan hutan Labuhanbatu.

Leave no trace and happy hammocking!

(Sumber: instajogja.com dan red), foto: apajake



Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

[wpw_follow_author_me author_id = "5"]