Topbar widget area empty.
SIMPONI (Sindikat Penghuni Bumi) Simponi (Sindikat Penghuni Bumi) Tampilan penuh

SIMPONI (Sindikat Penghuni Bumi)

Sembilan Maret diperingati sebagai Hari Musik Nasional. Tahun ini adalah tahun ke-13 sejak dicanangkan oleh Presiden Megawati pada 9 Maret 2003. Tujuannya tidak lain untuk memajukan musik di Indonesia dan menjadi unggulan dalam industri kreatif.

Apajake mendapat kesempatan melakukan wawancara via whatsapp dengan SIMPONI Band Jakarta. Band dengan segudang penghargaan nasional dan internasional antara lain: Juara 1 Kompetisi Internasional Sounds of Freedom 2014 (London, UK), Juara 2 Kompetisi Internasional Musik Anti-Korupsi Fair Play 2012 (Belgia/Brazil), Wakil Indonesia di Asia Pacific Environmental Youth Forum (Korea Selatan, 2011 & 2012), Juri & ambassador Kompetisi Internasional Musik Anti-Korupsi Fair Play 2014 (Belgia/Tunisia), Rekor MURI diskusi musikal global warming (Rock N’ Green Tour 2011), Diskusi Musikal dengan 22.088 pelajar/mahasiswa/santri di 200 sekolah/kampus/pesantren di Sumatera, Jawa dan Bali (2010-2014).

Simponi pernah mengunjungi Rantauprapat dalam “Rock n’ Green Tour” tahun 2013, “Sister in Danger” tahun 2014 dan “Sumatera Tour Bung Hatta Anti Corruption Award” tahun 2015.

Berikut wawancara apajake.com dengan M. Berkah Gamulya, Player & Manager Simponi pada Rabu, 9 Maret 2016.

apajake           : Kita mulai dari sejarah kelahiran SIMPONI. Kapan dan apa misi terbentuknya?
Gamulya         : Simponi berdiri 28 Oktober 2010 dengan misi melakukan kegiatan pendidikan dan kampanye isu-isu sosial lewat media musik. Awalnya sebuah sindikat (perkumpulan) yang terdiri dari beberapa band & beatboxer, namun dengan alasan efektifitas & efisiensi berubah jadi sebuah band pada 2012.
apajake           : Bisa disebutkan formasi personil band yang pernah bergabung di SIMPONI? Gamulya   : 2012: Mulya, Rendy, Etta, Bungky, Denis, Fani. 2013: Mulya, Rendy, Etta, Andru, Paul. 2014-sekarang: Mulya, Rendy, Etta, Bayu, Ocil, Sakti
apajake           : Genre apa yang diusung SIMPONI?
Gamulya         : Pop-rock
apajake           : Kenapa memilih genre ini
Gamulya         : Latar belakang personil band yang memang berada di sekitar genre itu. Mungkin juga karena genre ini paling banyak peminatnya.
apajake           : Kembali ke penamaan grup. Cukup unik, Sindikat Penghuni Bumi. Bisa disampaikan makna dan filosofinya?
Gamulya         : Hehe… SIMPONI kepanjangan dari Sindikat Musik Penghuni Bumi, yang artinya makhluk bumi yang berperan lewat musik untuk keadilan & kelestarian.
apajake           : Berhubung sekarang Hari Musik Nasional, bagaimana pendapat Mas Mul tentang perkembangan musik nasional sejak dideklarasikan oleh Presiden Megawati 9 Maret 2003
Gamulya         : Musik di Indonesia dari dulu sampai sekarang terus berkembang. Lebih banyak yang berkualitas daripada yang tidak, walaupun yang berkualitas belum tentu mendapat publikasi yang besar. Musisi Indonesia, baik yang indie label maupun major label terus eksis. Musik menjadi media kampanye sosial juga ada. Secara umum perkembangan musik kita positif.
apajake           : SIMPONI memilih jalur indie, kenapa?
Gamulya         : Karena masuk major label itu susah, banyak biaya, haha… Dan mereka belum tentu suka dengan tema-tema lagu yang kami usung. Kami tidak mau menunggu sampai masuk major label baru eksis. Jadi selagi bisa produksi lagu atau album sendiri, bisa crowdfunding didukung kawan-kawan sendiri, bisa bikin tur sendiri, kampanye sosial terus jalan, ya itu aja yang ditekuni. Kalau nanti direkrut major label, bersukur, kalau tidak juga tidak masalah.
apajake           : Artinya jalur indie atau major bersifat dinamis?
Gamulya         : Iya dinamis sifatnya
apajake           : Dari sekian banyak penghargaan yg SIMPONI dapatkan, mana yang paling berkesan?
Gamulya         : Semua berkesan
apajake           : Mengingat beratnya format musik yang diusung SIMPONI di tengah banyaknya musik yang ringan, apa tidak sulit mencari pasar atau audiens?
Gamulya         : Susah-susah gampang. Tapi karena Band ini memang didirikan untuk itu, ya harus ditekuni aja. Kalau tidak begitu, ya bukan SIMPONI namanya. Tapi kami terus belajar dan praktek membuat lagu-lagu dengan tema berat, tapi dengan lirik & lagu yang ringan.
apajake           : Apa pesan yang ingin SIMPONI sampaikan ke musisi muda di daerah seperti Labuhanbatu.
Gamulya         : Semangat harus terus dijaga karena halangan banyak banget bagi musisi, terutama yang masih di jalur indie. Jangan bermusik sebatas bermusik aja, tapi coba tambah bobot bermusiknya dengan kampanye sosial, pendidikan, dll. Supaya hidup kita lebih bermakna, berguna bagi orang lain. Labuhanbatu punya band bagus, PMR (Penikmat Musik Rumahan). Kami senang PMR berani mereplika konsep diskusi musikal Simponi. Skill nomor sekian, yang nomor satu itu perilaku kita sebagai pribadi dan sebagai band.
apajake           : Kapan album baru akan keluar?
Gamulya         : Semoga bisa keluar akhir Maret ini, Amin.
apajake           : Bagaimana bisa mengenal lebih dekat dengan SIMPONI, apakah ada fans club atau media komunikasi?
Gamulya         : Kawan-kawan bisa berkomunikasi dengan kami lewat email: simponi10@gmail.com, twitter: @simponii, facebook: SIMPONI, channel youtube: simponiID, blog: www.simponi10.blogspot.com. Lagu-lagu kami bisa didengarkan gratis di soundcloud: simponii

 

Red/TP

Tatang Hidayat
Ditulis oleh Tatang Hidayat

Redaktur Apajake

( 9 Followers )
X

Follow Tatang Hidayat

E-mail :*

Tinggalkan komentar

15 − delapan =