Kategori: Cerpen
RUMAH PAPA YANG BARU
Oleh: Daviatul Umam “Assalamu’alaikum, Pa. Iroh datang.” Kalimat itu selalu kuucapkan setiap pijak kaki menyentuh pelataran rumah…
SelengkapnyaSayap Ibu Lumpuh Satu
Oleh: Agus Salim Malam itu, sampai pukul satu, aku tak bisa tidur. Sepasang mataku seperti tak punya lelah,…
SelengkapnyaJulia Pulang ke Rumah Ibu
Oleh: Sawaluddin Sembiring Julia begitu sibuk mengemasi pakaiannya ke dalam koper. Besok, dia akan pulang ke rumah ibu. Rumah…
SelengkapnyaLubang yang Telanjur Menganga
Sebuah Cerpen karya Zakiyah Minggu pagi di Kampung Cisandung masih sama. Ibu-ibu berdaster dengan rambut digelung atau berciput…
SelengkapnyaSejak Saat Itu Kakek Berhenti Melaut
Oleh: Nisa Ayumida* Sejak saat itu kakek berhenti melaut. Saat dedaunan di halaman rumah gugur satu-satu dan mekar…
SelengkapnyaLELAKI YANG MATI DIMAKAN ANJING
Oleh: Sawaluddin Sembiring Hampir subuh, Ido meninggalkan diskotik murahan yang selalu didatanginya bersama teman-teman. Sebuah diskotik yang ada di…
SelengkapnyaWasiat Lelaki Sawah
Oleh: Agus Salim Meski dalam duduk, tubuh lelaki ini tetap tampak bungkuk. Melengkung seperti dahan pohon dibungkus kulit coklat…
SelengkapnyaLampu Merah
Oleh: Yuditeha Mungkin, selama ini bawah sadarku mengatakan bahwa jika aku tidak benar-benar melihat kejadiannya dengan mata kepalaku…
SelengkapnyaPULANG
Oleh: Amaq Alifa Inilah perempuan itu. Kini berjalan menjelang senja, dengan kakinya yang telanjang. Sepasang alas kaki yang dipakainya…
SelengkapnyaLudah Kiai Karnawi
Oleh: Norrahman Alif “Alhamdulillah, berkat ludah Kiai Karnawi yang disemburkan ke dalam gelas air putih yang saya bawa dari…
SelengkapnyaAyah Singgahan
Oleh: Sawaluddin Sembiring Hampir magrib. Ibu masih menarik tanganku dengan sangat erat. Wajahnya memerah. Dia menahan amarah. Air…
SelengkapnyaMereka Akhirnya Berdamai
Oleh: Yulputra Noprizal Matahari sudah hampir terbenam. Angin tidak lagi menyepoi. Dingin udara mulai datang ke rawa tempat lelaki…
SelengkapnyaPerempuan Perantau
Oleh Riki Utomi Kau benar-benar tidak mengerti mengapa selalu teringat perempuan itu. Perempuan yang selalu kau temui ketika di…
SelengkapnyaAku, Mimpiku, dan Lelaki Tua di Tepi Jalan
Oleh: Era Ari Astanto Lelaki tua itu melangkah gontai menyusuri tepian jalan raya yang ramai. Langkahnya tersaruk-saruk entah…
SelengkapnyaCELAKA DI UJUNG LISAN
Oleh: Zainul Muttaqin Haji Maskur terbaring di atas lincak. Orang-orang duduk bersimpuh di sampingnya. Ia tidak juga membuka…
SelengkapnyaKesetanan
Oleh: Sawaluddin Sembiring Di malam sebelum kematian ayah, Malik kembali mengalami mimpi buruk. Mimpi yang membuatnya resah dan…
SelengkapnyaIa Ingin Keluar dari Neraka
Oleh: Agus Salim Tadi malam, sebelum memejamkan mata, di sela-sela dengkur suaminya, dengan suara pelan ia sampaikan keinginan…
SelengkapnyaSebuah Lagu, Semacam Kesedihan yang Samar
Oleh: Tjak S. Parlan Ketika A Whiter Shade of Pale[1] mengalun, ia mulai merasa ada yang salah. Lantas ia…
SelengkapnyaAnjing dan Anjing
Oleh: A. Warits Rovi Ketika baliho caleg, capres, cagub atau cabup dipajang di seluruh penjuru kota, anjing itu lahir,…
SelengkapnyaRustam Ingin Beralih Profesi
Oleh: Arie Siregar Suasana di depan pintu keluar stasiun mendadak ramai dan ricuh. Para pengemudi becak motor yang…
Selengkapnya